Bekatul merupakan salah satu hasil samping penggilingan padi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan pakan ternak.
Namun, masih banyak yang belum memahami bahwa sekam padi juga dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan bekatul atau bahan yang menyerupai bekatul melalui proses tertentu.
Cara Membuat Bekatul dari Sekam: Panduan Simpel untuk Petani dan Peternak
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuat bekatul dari sekam dengan langkah-langkah yang mudah dipraktikkan.
Pengertian Sekam dan Bekatul
Sekam padi adalah lapisan luar dari butir padi yang terlepas saat proses penggilingan. Biasanya sekam dianggap limbah, padahal masih bisa dimanfaatkan. Sementara itu, bekatul adalah bagian halus dari kulit ari beras yang kaya akan nutrisi seperti serat, protein, dan vitamin.
Meskipun secara teknis bekatul berasal dari proses penyosohan beras, sekam juga bisa diolah agar menghasilkan bahan serupa bekatul melalui proses penghalusan dan fermentasi.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat bekatul dari sekam, kamu memerlukan beberapa alat dan bahan berikut:
-
Sekam padi kering
-
Mesin penepung atau penggiling
-
Ember atau wadah fermentasi
-
Air bersih
-
Starter fermentasi (EM4 atau ragi)
-
Molase atau gula merah (opsional)
Langkah-Langkah Pembuatan
1. Pemilihan Sekam Berkualitas
Langkah pertama adalah memilih sekam padi yang masih bersih dan tidak tercampur dengan kotoran atau bahan lain. Sekam yang baik biasanya berwarna cerah dan tidak berjamur.
2. Penghalusan Sekam
Sekam yang telah dipilih kemudian digiling menggunakan mesin penepung hingga menjadi lebih halus. Proses ini bertujuan untuk memecah struktur sekam agar lebih mudah dicerna oleh ternak.
Pastikan hasil gilingan cukup halus agar menyerupai tekstur bekatul, meskipun tidak akan sama persis.
3. Proses Fermentasi
Setelah sekam menjadi halus, langkah berikutnya adalah fermentasi. Campurkan hasil gilingan sekam dengan air secukupnya hingga lembap, kemudian tambahkan EM4 dan sedikit molase atau gula merah sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.
Aduk merata, setelah itu masukkan ke dalam wadah tertutup. Diamkan selama 3–5 hari. Proses fermentasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi dan mengurangi kandungan serat kasar yang sulit dicerna.
4. Pengeringan
Setelah proses fermentasi selesai, keluarkan bahan dari wadah dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering. Pastikan bahan benar-benar kering agar tidak mudah berjamur saat disimpan.
5. Penyimpanan
Simpan hasil akhir dalam wadah tertutup dan kering. Bekatul dari sekam ini siap digunakan sebagai campuran pakan ternak seperti ayam, kambing, atau sapi.
Keunggulan Bekatul dari Sekam
Mengolah sekam menjadi bekatul memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
-
Mengurangi limbah pertanian
-
Menambah nilai ekonomis sekam
-
Menyediakan alternatif pakan murah
-
Ramah lingkungan
Selain itu, proses ini juga dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau peternak dengan biaya yang relatif rendah.
Tips Agar Hasil Maksimal
Agar hasil yang diperoleh lebih optimal, perhatikan beberapa tips berikut:
-
Gunakan sekam yang benar-benar kering
-
Pastikan proses fermentasi berjalan dengan baik (tidak berbau busuk)
-
Jangan terlalu banyak menambahkan air
- Simpan di tempat kering dan tidak lembap
Kesimpulan
Membuat bekatul dari sekam merupakan solusi cerdas dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk bernilai tinggi. Dengan proses yang cukup sederhana, petani dan peternak dapat menghasilkan pakan alternatif yang ekonomis dan bergizi.
Beberapa informasi seputar Mesin Giling Sekam Menjadi Bekatul Untuk Pakan Ternak yang bisa kamu jadikan sebagai refrensi yang berguna untuk ternak.
Dengan demikian, selain menghemat biaya, juga turut menjaga kelestarian lingkungan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu dapat mulai mengolah sekam menjadi bekatul sendiri di rumah atau di usaha kamu.
